Cara Perbaiki Plafon Mobil

Cara Perbaiki Plafon Mobil



Cara Perbaiki Plafon Mobil -  Setiap pabrikan mobil menggunakan bahan yang berbeda-beda untuk plafon. Umumnya pabrikan menggunakan bahan kain yang lebih mudah dibersihkan. Ada juga yang menggunakan kulit agar tampak elegan.

Sementara untuk bahan kapas, menurut Yudi dari SAM 86 spesialis plafon mobil di Cempaka Putih, Jakarta Pusat termasuk paling awet. Daya rekatnya bisa mencapai 15 tahun. Tetapi kelemahannya, bahan ini yang paling sulit dibersihkan.

Kerusakan yang paling sering terjadi adalah mengendurnya kain plafon karena lemnya sudah lemah. Untuk kondisi seperti ini, menurutnya masih bisa diperbaiki tanpa perlu mengganti kain.

“Kalau hanya mengendur masih bisa direkatkan kembali. Tetapi kalau sudah robek, terpaksa harus diganti dengan ba­han lain yang kualitasnya berbeda dengan pabrikan,” ujarnya

Malik dari Fas Plafon di bilang­an Jakarta Selatan membenarkan bahwa kerusakan umum yang terjadi pada plafon mobil di Indonesia adalah mengendurnya kain. Efek cuaca panas dan usia mobil yang membuat kain plafon cepat terlepas.

Bila plafon mobil Anda cepat kotor, itu akibat debu yang masuk bila kaca mobil sering dibuka. Gaya hidup pemilik mobil yang sering makan atau merokok di mobil juga menjadi penyebab plafon bernoda.

Nah, bila sudah mengalami kerusakan plafon, hal apa yang bisa ditempuh?
       
Bahan-bahan yang sering digunakan mobil di Indonesia     Rangka dibersihkan dan dicat ulang agar lem lebih rekat dengan bahan     Kebocoran air dari atap berpotensi merusak material plafon

1. Bahan Kain

Bahan ini paling sering ditemukan pada mobil era modern. Menurut Yudi, bahan ini paling mudah dibersihkan dan usia rekat lemnya cukup lama, meskipun masih kalah dengan jenis kapas. Kotoran seperti debu atau abu rokok juga tidak mudah menempel pada bahan ini.

Untuk merawatnya, bisa disikat menggunakan sikat bulu yang lembut. Tetapi Anda harus menyikat searah dan tidak ditekan. Sikat juga tidak boleh terlalu menempel karena bisa menipiskan kain.

Kerusakan juga minim terjadi untuk bahan kain. Kalaupun ada kerusakan, menurut Yudi penggantian tidak  bisa hanya satu sisi. Kain plafon mobil akan diganti keseluruhan. Tetapi bila hanya robek kecil, bisa saja dijahit dengan risiko terlihat tidak rapi karena tampak bekas jahitan.

2. Bahan Kapas

Untuk kualitas daya rekat, bahan ini terbaik dari bahan lainnya. Faktor kapas yang mudah lengket dengan lem sehingga mempunyai umur lebih panjang. Sayangnya, kapas sangat sulit untuk dibersihkan. Efeknya bila Anda membersihkan dengan caya menyikat atau mengelap, bisa melebar ke sisi lainnya.

Sementara kerusakan yang sering ditemui ialah bolong-bolong kecil akibat terkena percikan bara rokok dari pengemudi. Ya, bahannya yang tipis serta mudah terbakar membuat plafon mobil berbahan kapas tidak tahan terhadap panas berlebihan.

Berbeda dengan kain yang masih bisa dijahit bila ada robek atau bolong kecil, bahan kapas harus diganti keseluruhan. Karena bila dijahit kapas berpotensi semakin amburadul sehingga bisa menurunkan harga jual mobil.
   
Bila sudah selesai dilem, rangka plafon yang sudah dilapisi kain dipasang kembali     Proses pembongkaran rangka plafon hanya membutuhkan kurang dari 2 jam

3. Bahan Kulit

Tampilan mobil memang terlihat elegan bila mobil Anda menggunakan bahan kulit. Begitu juga dengan perawatannya yang lebih mudah dibersihkan.

Ternyata bahan ini tidak direkomendasikan. Salah satu faktornya ialah daya rekat pada lem tidak lama, sehingga belum lebih dari 5 tahun bahan kulit di plafon mobil akan kendur. Belum lagi suhu kabin menjadi sangat panas ketika mobil parkir di bawah terik matahari.

Jika plafon bahan kulit sudah mengendur, bisa saja direkatkan kembali tetapi usianya juga tidak panjang sehingga akan boros biaya karena Anda harus bolak balik bengkel untuk merekatkan plafon. Namun bila hanya robek kecil, bisa dijahit kembali seperti halnya bahan kain.

4. Bahan Vinyl

Mirip seperti bahan kulit, vinyl umumnya ditemui mobil-mobil di era 90-an. Pada masa kini ada beberapa pabrikan yang masih menggunakannya namun dengan cara digantung pada rangka baja bagian atap.

Untuk perawatan memang lebih mudah dibersihkan karena jenisnya mirip kulit. Kelemahannya karena ba­nyak dipakai model gantung, bila Anda sering melalui jalan bergelombang maka jahitan bagian samping berpotensi lepas.

Bila jahitannya mulai lepas dari rangka, bisa diperbaiki dengan cara dijahit ulang. Sedangkan bila kain robek, bisa saja diganti hanya satu bagian. Tapi kualitas dan warna bahan bisa jadi tidak sama dengan bahan OEM.

Mirip seperti kulit, bahan vinyl juga tidak bagus untuk suhu kabin bila mobil Anda diparkir di bawah terik matahari. Bahan ini pun mulai ditinggalkan dan hanya digunakan pada beberapa mobil tipe murah.