Beware Of Tomcat!

Beware Of  Tomcat!


Tomcat adalah jenis serangga yang banyak terdapat di persawahan. Makanan binatang yang kerap disebut petani sebagai ‘semut semai’ ini adalah wereng yang merupakan musuh alami hama tanaman padi. Makanya, Tomcat sangat membantu petani dalam menjaga sawahnya.
   
Namun karena rusaknya ekosistem, predator Tomcat berkurang drastis, tiba-tiba Tomcat bisa berkeliaran dan ‘menyerang’ manusia. Kami beri tanda kutip pada kata menyerang karena sebenarnya serangga dengan nama latin Paederus Fuscipes ini hanya mengeluarkan cairan racun saat terpijit. Cairan ini yang menimbulkan iritasi pada kulit seperti kulit terasa panas dan gatal-gatal pada permukaan kulit.

Bukannya ingin menambah resah, tapi mungkinkah Tomcat hidup di kabin mobil? “Pada intinya, serangga akan berkembang di tempat yang terdapat makanan kegemarannya. Se­perti semut gemar makanan manis, atau kecoa pada remah-remah makanan asin,” terang Ngudi dari Car Care Shop.
       
Mestinya, Tomcat tidak akan masuk ke dalam kabin karena tidak ada makanan favoritnya di sana. Tapi bukan berarti ia tidak bisa masuk. Karena ia juga suka tempat yang lembab. Jika kabin lembab, bukan tak mungkin mengundangnya masuk.

Terpenting, kalau menjumpainya jangan dimati­kan dengan dipencet. Se­baiknya ditiup, atau lepaskan dengan menggunakan plastik. Atau semprot dengan cairan pengusir serangga yang banyak dipakai di rumah. Racun yang menempel di kulit ini bisa hilang setelah dicuci dengan sabun.
       
Hati-hati pestisida
Kami ingin menggarisbawahi perihal obat anti-serangga. Di dalamnya terkandung pestisida. Bahan ini efektif untuk membunuh serangga. Tapi, jika dihirup efek negatifnya justru jauh lebih berbahaya dari serangga yang dibunuhnya. Mulai dari pusing dan mual di tahap terendah, hingga kerusakan jaringan syaraf untuk jangka panjang.

Seperti kata pepatah, mencegah lebih baik daripada mengobati. Menjaga kebersihan kabin adalah cara termudah mencegah masuknya serangga. Perhatikan kolong-kolong, ter­utama bangku. Yang tak kalah penting adalah bagasi. Jarang digunakan membuat kita lengah menjaga kebersihannya. Dengan memutus rantai makanannya, mestinya serangga tidak akan bisa berkembangbiak di dalam mobil.

“Kalaupun terpaksa memakai pestisida, jangan digunakan secara berlebih,” urai Ngudi. Semprot secukupnya di area tempatnya berkembang biak. Jika harus menyemprot di atas, usahakan untuk menutup terlebih dulu bagian-bagian seperti bangku dan dasbor de­ngan kertas koran atau plastik. Keluarkan juga karpet supaya tidak terkena pestisida.

Tutup semua kaca dan pintu selama 10 menit untuk memastikan obat serangga bekerja maksimal. Setelah itu, buka seluruh pintu untuk memberi kesempatan udara segar masuk ke dalam. Jangan langsung masuk kabin karena uapnya masih berbahaya.

Tunggu sekitar satu menit, dan angkat kertas koran yang menutupi kabin. Inspeksi kalau ada serangga mati dan segera buang jika ada. Supaya lebih efektif bisa dipakai vacuum cleaner. Lantai dan kolong bangku menjadi prioritas utama. Jangan lupa pula bagasi untuk mobil yang memilikinya.

Untuk menetralkan bau, Anda bisa menggunakan kulit jeruk, buah nanas, atau bubuk kopi. Letakkan di atas wadah dan taruh di bawah bangku. Tutup kembali semua pintu. Jangan langsung gunakan mobil. Tunggu sekitar satu jam untuk memastikan zat-zat berbahaya tersebut tidak lagi berkeliaran.

Perhatikan saat mobil berjalan dan AC di­nyalakan. Jika Anda merasa mual atau pu­sing, mungkin merupakan efek dari penggunaan obat serangga. Segera buka kaca agar udara di dalam kabin dapat bersirkulasi.

Jika gejala sakit di atas terus berlanjut, Anda harus membersihkan interior secara menyeluruh. Kalau tak mau repot, jasa salon mobil bisa dikerahkan.