Merawat Mobil, Melindungi Alam





Merawat Mobil, Melindungi Alam


Produk car care ramah lingkungan banyak dipasarkan saat ini. Mulai dari sampo, wax, sampai kain lap diklaim eco-friendly. Hal itu karena umumnya tidak memakai bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan, seperti isopropyl alcohol, teflon, fluropolymers, atau amonia.

Bahan yang digunakan tidak beracun dan bisa terurai secara alami. Material yang dipakai untuk membuat obat car care ramah lingkungan biasanya dibuat dari minyak nabati, seperti minyak kelapa, sawit, atau jagung. Karnauba yang merupakan ekstrak dari sejenis daun kelapa yang tumbuh di Brasil adalah contohnya.

Bisa juga digunakan material sintetis yang dibangun dengan unsur kimia 'hijau'. Salah satunya adalah car care berteknologi polymer yang molekulnya mampu membersihkan dan melindungi secara efektif.

Contoh polymer de–ngan kemampuan membersihkan secara efektif adalah sampo mobil de–ngan busa sedikit sehingga membilasnya hanya membutuhkan sedikit air. Menghemat penggunaan air merupakan satu contoh kontribusi pada pelestarian lingkungan.

Bahkan ada produk car care untuk mencuci mobil tanpa air (waterless car wash). Tinggal semprotkan ke bodi mobil lalu keringkan dengan lap mikrofiber. Tidak perlu disemprot air.

Salah satu bahan kimia berbahaya yang ditekan penggunaannya adalah volatile organic compound (VOC). VOC memberikan kontribusi besar pada pencemaran udara dan bisa menimbulkan masalah kesehatan pada manusia.

Produsen yang membuat produk car care ramah lingkungan selalu memberikan label ‘eco’ pada produknya. Bisa juga dilihat dari daftar bahan penyusun serta sertifikasi ISO 14000 sebagai penanda produk ramah lingkungan.

Multi-purpose cleaner = ramah lingkungan
Penggunaan multi purpose cleaner adalah salah satu bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Soalnya, Anda hanya menggunakan satu obat untuk membersihkan beberapa bagian. Tanpa obat tambahan.

Makin baik jika yang Anda pakai adalah multi-purpose cleaner dengan kandungan bahan ramah lingkungan. Dengan material alami akan menekan potensi merusak lingkungan dan mencegah timbulnya masalah kesehatan.