Mobil Tidak Dipakai, Warga Kota Milan Dibayar

Mobil Tidak Dipakai, Warga Kota Milan Dibayar



Masalah kemacetan lalu lintas dan kurangnya minat masyarakat menggunakan transportasi publik, ternyata bukan hanya menjadi masalah dalam negeri. Segala macam cara dilakukan di berbagai Negara Amerika dan eropa untuk menekan jumlah kendaraan di jalan.

Hal menarik terjadi di kota Milan, Italia, dalam rangka menekan jumlah populasi kendaraan seiring bertambahnya penduduk dan jumlah kendaraan, pemerintah Milan memberikan hadiah 1,5 euro, atau sekitar Rp 23.000 per hari, bagi warga yang memiliki mobil tapi tidak menggunakannya dan lebih memilih transportasi publik.

Kebijakan ini tentu tidak diterapkan sehari full, tapi pada jam pada lalu lintas. Hadiah diberikan kepada mereka bila mobil mereka tidak digunakan selama 10 jam dari pukul 07.30 hingga 17.30.

Mekanismenya tentu tidak mudah. Pemerintah kota Milan bekerja sama dengan departemen transportasi publik, asuransi Unipol dan Octo Telematics. Setiap pemilik mobil yang ingin mendapatkan uang terlebih dahulu harus menginstal “kotak hitam” di mobil. Perangkat itu berbasis telematika. Kotak hitam tersebut akan memberikan informasi kepada aparat kapan mobil digunakan.

Penggunaan kotak hitam dari Octo Telematics wajib adanya,. Segala aktifitas mobil akan diketahui. Bagi pemilik mobil yang memarkir kendaraannya selama waktu yang telah ditentukan, uang bakal dikirimkan ke konsumen melalui pesan singkat yang sudah mencakup tiket transportasi publik.

Kebijakan terkait kemacetan dan harapan agar warga menggunakan transportasi publik, sudah dilakukan sebelumnya. Tahun 2011, dengan dukungan 79% warga, kota Milan menerapkan kebijkan konsep “Area C”, yaitu zona berbayar di Milan, Italia, meliputi 8.2km ² di pusat kota dengan 77.000 penduduk. Zona ini bertujuan untuk mengurangi kemacetan, mengurangi polusi dan mendorong mobilitas yang berkelanjutan.