No Plastik No Problem

No Plastik No Problem


Sekitar 10 tahun lalu mobil-mobil menerapkan pembungkusan plastik menyeluruh. Mulai dari bangku, panel pintu, sunvisor, tuas transmisi, tombol-tombol di dasbor, panel instrumen, pengait seatbelt, hingga rel bangku. Tujuannya untuk menjaga interior dari kotoran karena proses produksi dan delivery beriangsung lama.

Namun saat ini proses produksi berlangsung cepat dan efisien. Delay ketika pengiriman ke tangan konsumen pun semakin singkat.

Efisiensi terjadi pada pembungkusan material interior. Bangku masih diselimuti lantaran menyimpan potensi kotor paliig besar. Selanjutnya adalah sisi bawah sill plate di pintu pengemudi yang menyimpan risiko terinjak. Sunvisor juga dilindungi.

Untuk bagian lain, setiap produsen menerapkan porsi berbeda. Misalnya panel pintu. Honda melapisi seluruh panel dengan plastik. Sementara Ford dan Toyota hanya sisi bawah yang terdapat speaker. Ford juga membungkus tuas transmisi.

Mobil CBU Thailand seperti Toyota Yaris dan Vios hanya bangku pengemudi yang ditutup plastik. Beda dengan produk CKD Toyota yang seluruh bangkunya ditutup plastik. Perbedaan ini tergantung kebijaksanaan APM di tiap negara.

Alasannya sederhana. Semakin cepat mobil tiba di tangan konsumen mengurangi risiko kotor. Selama proses berlangsung, mobil juga hanya boleh diiaiki satu orang, yaitu pengemudinya.

Selain itu tentu berkaitan dengan penghematan biaya produksi. Dan yang tak kalah penting, membuat mobil menjadi ramah lingkungan dengan mengurangi ketergantungan pada plastik.

 Lepas Saja Plastiknya

Di sini semua produk baru harus dibungkus plastik. Tak heran jika kami masih mendengar ada orang membeli Medium SUV seharga Rp 400 jutaan plastik penutup joknya belum dilepas setelah 3 bulan dipakai.

Memang bangku menjadi dust free. Tapi kenyamanan berkendara pasti berkurang. Setiap Anda bergerak timbul suara berisik. Walau AC dinyalakan, bangku terasa panas untuk bagian tubuh yang menempel, seperti pantat dan punggung, karena tidak mampu menyerap hawa sekitarnya.

Plastik di kabin mobil modern mudah dilepaskan. Misalnya penutup bangku depan Toyota Avanza terbaru yang hanya terdiri dari satu bagian untuk alas dan sandaran. Sebagai pengait digunakan tali karet diujung bawah ala shower cap. pembungkus serupa terlihat pada headrest. Bangku tengah dan belakang hanya terdiri dari plastik one-piece untuk alas, sandaran, dan headrest.

Melepasnya sangat mudah. Jika headrest ditutup plastik terpisah, angkat sedikit headrest dari dudukannya, lepaskan plastik, dan tarik ke atas untuk menuntaskannya.

Untuk jok, Anda bisa mulai dari sisi depan alas jok. Tarik dan lepaskan karet dari bawah alas jok. Lakukan pula pada sisi belakang sandaran. Selanjutnya angkat bersamaan plastik dari sisi depan dan belakang sandaran. Perhatikan posisi karet agar tidak tercantol pada bagian lain seperti pengait seatbelt.

Hati-hati plastik di panel pintu Honda lantaran dilipat ke dalam panel pintu. Ada sudut panel yang plastiknya tidak dimasukkan. Jangan menariknya terlalu kuat karena plastik akan robek dan sisanya tertinggal di sela pintu. Jika terjadi, Anda harus melepaskan panel pintu. Bagian lain seperti tuas pembuka bensin, sunvisor, dan pengait seatbeIt dapat dibuka dengan merobeknya.

Lain dengan plastik yang dilem, sepei pada door sill. Anda dapat dengan mudah melepaskan karena lemnya tidak terlalu kuat. Jangan lupa membersihkan sisa lem dengan lap. Bersihkan dengan interior cleaner supaya tidak membuat noda menempel di bekas lem.