Periksa ini Usai Cuci Mobil

Periksa ini Usai Cuci Mobil


 
#rentalmobilnabil Setelah mencuci, tolong jangan langsung tinggalkan mobil Anda. Coba diamkan selama 5 menit dan goyang mobil tersebut. Perhatikan bahwa di beberapa sudut akan muncul lelehan air. Dari titik ini Anda bisa melakukan inspeksi.

Inilah bahaya laten pasca mencuci mobil. Air yang digunakan untuk mencuci ternyata bersembunyi di celah antar panel. Air tersebut baru akan mengalir turun ketika mobil bergerak.

Terlihat sepele. Tapi jika didiamkan, dalam jangka waktu panjang akan menciptakan kerak air. Kian berbahaya jika kualitas air yang digunakan tidak bagus. Kalau terus dibiarkan, kerak tersebut akan sulit untuk dihilangkan dan memaksa Anda menyambangi salon mobil.
Lantas dimana saja potensi bersembunyinya air? Berikut paparannya.

Atap
Memang mobil modern tidak lagi menggunakan talang air di sisi atap. Namun potensi bertahannya air tetap besar. Terutama pada jalur pembuangan air yang mengarah ke kaca depan-belakang.  Kian besar pada mobil yang memakai roof rail.

Lelehan air biasanya mengarah ke kaca depan atau belakang. Sama de­ngan di bodi, kerak air juga bisa tumbuh di kaca. So, keringkan sela antara roof rail dan jalur pembuangan air sebagai upaya mengurangi potensi tersebut.

Sela pintu
Di sinilah potensi terbesar penimbun air pasca mencuci mobil. Ada dua sisi yang harus diperhatikan. Pertama adalah di pintu itu sendiri. Berikutnya adalah bodi mobil tempat pertemuan dengan pintu.

Bermodalkan kain mi­krofiber, keringkan seluruh sisi pintu. Jangan lupa sela antara karet pelin­dung dan pintu. Sisi bawah pintu paling berpotensi menyimpan air. Inspeksi secara cermat di bagian ini. Ja­ngan lupa pula untuk mengeringkan sisi bodi mobil tempat pertemu­an dengan pintu.

Spion samping
Letaknya yang strategis membuat lelehan air mudah terlihat. Makanya, segera seka celah antara spion samping dan bodi mobil. Supaya yakin, ketuk pelan-pelan spion samping agar air yang bersembunyi bisa turun.

Tuas pintu
Gerakkan hendel pintu dan lihat apakah ada leleh­an air turun. Segera seka agar tidak menimbulkan masalah.

Wiper
Memang, risiko yang ditimbulkan dari bertahan­nya air di wiper tidak terlihat mata karena di bawah. Walau begitu, wiper memiliki potensi menahan air. Angkat gagang wiper dan seka seluruh bagiannya hingga kering.

Kap Mesin
Celah antara bodi dan kap mesin cukup untuk memasukkan air ke dalamnya. Memang efeknya tidak terlihat langsung seperti pada bodi luar. Meski begitu, dalam jangka panjang akan menimbulkan karat.

Gril
Sembari mengeringkan celah kap mesin, keringkan pula gril depan. Masukkan kain lap ke sela-sela bilah gril untuk memastikan tidak ada air yang bersembunyi.

Bumper
Terus ke bawah, kisi udara di bumper juga menyimpan potensi sebagai lokasi bersembunyinya air. Arahkan pula perhatian pada rumah foglamp dan dudukan plat nomor. Bumper belakang juga menyimpan potensi serupa.

Tutup Pengisian Bensin
Ketok tutup pengisian bensin untuk melihat apa­kah ada aliran air di sana. Kalau mau yakin, buka saja tutup tersebut. Dapat dipastikan banyak air bersembunyi di baliknya.

Logo Mobil
Produsen suka meletakkan logo di samping atau belakang bodi mobil. Meski kecil, jangan remehkan ke­mampuannya menyembu­nyikan air. Untuk memastikannya kering, ketok perlahan.

Kaca Jendela Samping
Mungkin Anda bingung, bagaimana kaca samping bisa menyembunyikan air? Sebenarnya air bertahan di celah antara karet penyangga dan kacanya. Saat jendela diturunkan, air akan menempel di kaca. Saat kaca dinaikkan, bekasnya akan tertinggal di kaca.

Meski tidak mudah, masukkan ujung kain lap ke celah tersebut. Kalau mau gampang, turunkan dan naikkan kaca. Air yang tertinggal bisa langsung dike­ringkan. Agar meyakinkan Anda bisa mengulang pro­ses tersebut sekali lagi.