Tips Parkir Mobil Di Luar Rumah

Tips Parkir Mobil Di Luar Rumah


 Saat ini mayoritas warga Jakarta pemilik kendaraan roda empat memiliki mobil lebih dari satu. Mobil pertama digunakan untuk aktivitas sehari-hari, dan mobil kedua sebagai kendaraan untuk digunakan di akhir pekan.

Meski memiliki mobil lebih dari satu, tapi tak demikian dengan daya tampung garasi rumahnya. Tak sedikit pemilik mobil memiliki rumah dengan kapasitas garasi hanya satu mobil.

Tentu hal itu membuat salah satu mobil diparkir di luar rumah dan tanpa atap. Terlebih disain perumahan cluster tanpa pagar ataupun komplek perumahan.

Konsekuensinya mobil yang diparkir di luar rumah mau tidak mau mengalami terpaan cahaya matahari langsung, debu, dan guyuran hujan. Bahkan risiko terserempet kendaraan lain yang melintas menjadi bebeberapa hal yang harus ditanggung oleh pemilik kendaraan.

Menurut Eddy Halim, Head of Sales PT Milenia Group, distributor Meguiars, ada konsekuensi yang harus ditanggung ketika pemilik mobil menempatkan mobilnya di luar rumah. "Pemilik mobil harus melakukan perawatan dan perlindungan ekstra terhadap kendaraan tersebut," ujar Eddy.

Sebenarnya memang tak haram untuk memiliki mobil lebih dari satu, pun tak dilarang untuk meletakkannya di luar rumah. Namun ada baiknya Anda melakukan hal-hal berikut ini untuk menjaga penampilan mobil kesayangan Anda.
  
Waxing secara rutin akan menjaga kilau dan memberi perlindungan cat     Mobil yang sering diparkir di luar memerlukan perawatan ekstra

Perhatikan Posisi Parkir

Penentuan lokasi parkir dan posisi kendaraan di luar rumah perlu Anda pertimbangkan. Jika ada, sewa tempat parkir yang ada di sekitar rumah Anda. Jika tak ada dan harus diparkir di depan rumah, sebaiknya tidak di bawah pohon dengan alasan mencari teduh. Utamanya pohon yang berpotensi meneteskan getah.

"Getah merupakan musuh besar bagi cat kendaraan. Posisikan kendaraan di tempat yang teduh oleh bangunan," ujar Eddy. Selain soal getah, tumbangnya pohon pun dapat mengakibatkan kerusakan pada kendaraan.

Hindari pula memarkir mobil di atas permukaan miring dalam waktu lama. Hal itu dapat membuat umur kaki-kaki menjadi berbeda akibat pembagian bobot yang tak merata.

Sarung Mobil

Saat ini sarung mobil tersedia dengan berbagai jenis bahan dan aneka kemampuan perlindungan. Ada yang ha­nya mampu menjaga dari debu, hingga menggunakan bahan anti-air. Namun perlu diperhatikan, "Gunakanlah sarung mobil untuk melindungi mobil dari terpaan debu dan panas matahari," ungkap Eddy. Ia pun tidak menganjurkan jika sarung mobil digunakan saat kondisi hujan. Pasalnya saat air menetes di sarung, dan sarung sedang dalam kondisi melekat ke bodi, hal tersebut berpotensi menyebabkan flek atau noda pada cat. Tentunya warna kendaraan akan kusam dan membutuhkan perawatan lagi nantinya.
   
Konsekuensi jika parkir tanpa atap, debu dan hujan akan membuat mobil kotor     Parkir di bawah pohon justru memiliki banyak risiko

Bersihkan Secara Rutin

Memarkir mobil di luar rumah membuat debu, air serta kotoran lainnya memiliki potensi lebih besar untuk melekat di kendaraan Anda. Lakukan pembersihan ringan seperti menyapunya dengan menggunakan lap untuk debu setiap hari.

Jangan biarkan kotoran menempel lama di bodi mobil. Hal tersebut dapat berkontribusi dalam membuat noda atau flek di cat kendaraan. Mencuci mobil dengan rutin juga dapat membantu untuk membuat kotoran tak memiliki kesempatan menempel lama di mobil Anda.

Manfaatkan Wax

Wax merupakan proses perawatan kendaraan untuk melapisi cat bodi. Hal tersebut akan melindunginya dari risiko warna memudar akibat terpaan cahaya matahari yang berlebihan. Waxing dapat diberikan dengan frekuensi yang lebih banyak daripada poles lantaran perlakuannya termasuk perawatan ringan.

Waxing minimal 3 kali setahun, bahkan dapat lebih banyak jika mobil Anda sangat sering dicuci dan terjemur dalam waktu lama. Waxing juga akan membuat cat mobil tetap berkilau.