Tradisi “Keiretsu” Membuat Takata Corp Bertahan

Tradisi “Keiretsu” Membuat Takata Corp Bertahan



Oktober silam, masyarakat Amerika Serikat menyampaikan keluhan dan menuntut ganti rugi melalui class action mewakili seluruh pemilik kendaraan asal Florida terkait kerusakan kantong udara buatan Takata Corp.

Sebelumnya, sedikitnya empat gugatan, lima kasus kematian, dan 20 juta unit kendaraan telah ditarik oleh produsen di seluruh dunia karena masalah air bag buatan Takata. Kelemahan air bug buatan Takata adalah semprotan.

Saham Takata lalu turun 4,9 persen pada 09:24 di perdagangan Tokyo, memperpanjang penurunan tahun ini menjadi 63 persen, dan efek produk yang membuat nilai kendaraan anjlok sebagai dampak penarikan.

Seperti yang dirilis Autonews, akibat banyaknya kasus recall akibat kantung udara yang tidak berfungsi sempurna, bahkan bisa meledak dan membahayakan penumpang, beberapa produsen otomotif mulai mengalihkan pesanan mereka ke perusahaan lain seperti Autoliv dan Daicel.

Honda telah menarik 6 juta kendaraan produksinya sejak 2008, menyusul pabrikan otomotif Mazda yang mengumumkan telah menarik 52.000. Recall meliputi mobil ukuran-medium Atenza dan mobil sport RX-8 yang diproduksi antara 2004 dan 2008 yang dilengkapi air bag Takata pada ruang kemudi.

Namun demikian, meski saham Takata anjlok dan kompetitornya naik, akan tetapi Takata belum akan ditinggalkan para produsen otomotif. Penyebabnya Takata adalah perusahaan Jepang yang mengaplikasikan tradisi “keiretsu”, yaitu istilah untuk menjelaskan kedekatan hubungan antara penyedia komponen dan pembuat kendaraan.