Menikmati 3 Curug Cantik di Kaki Gunung Pangrango

Menikmati 3 Curug Cantik di Kaki Gunung Pangrango



Pangrango jadi salah satu gunung favorit di Jawa untuk didaki. Di kaki gunungnya, ada beberapa curug yang bisa menyegarkan perjalanan. Ketiganya sama-sama cantik!

Sebagian warga jakarta menikmati hari bebas kendaraan bermotor (car free day) dengan berjalan santai di protokol jalan jalan utama ibukota. Namun tahukah kalian sebagian warga Cianjur maupun bogor menikmati car free day dengan berjalan santai di jalur pendakian Taman Nasional Gede Pangrango, Cibodas, Cianjur. Selain bisa merasakan udara yang lebih bersih, kita juga bisa menikmati indahnya air terjun.

Pada kesempatan kali ini saya pun akhirnya mengikuti jejak mereka. Berangkat selesai subuh dengan menggunakan kendaraan roda dua. Dua setengah jam Perjalanan kami tempuh dari Jakarta menuju puncak Taman Nasional Gede Pangrango.

Sesampainya di sana kami mengisi perut kami dahulu. Karena walaupun jalan santai, olahraga jalan sehat ini harus kami tempuh selama 1 jam dengan trekking kurang lebih 2,5 km.

Bukan main, setibanya di sana begitu banyak keluarga yang membawa anak anak kecilnya untuk berjalan santai menikmati rimbunnya pepohonan di jalur pendakian ini. Saya cukup salut kepada beberapa keluarga yang mengajak anak anak kecilnya ini untuk dekat dengan alam.

Di tengah perjalanan jika beruntung kita dapat melihat telaga kecil berwarna kehijauan. Jika hampir sampai kita akan melewati sebuah jembatan panjang yang di depannya membentang pemandangan Gunung Gede Pangrango. Banyak yang menggunakan jembatan ini sebagai tempat beristirahat maupun mengabadikan momen.

Barulah setelah itu kita akan menemukan persimpangan menuju puncak maupun air terjun. Ada 3 curug yang menghiasi kaki gunung pangrango ini. Yaitu Curug Cibereum, Curug Cidendeng dan Curug Cikundul. Curug-curug ini terbentang luas di dinding tebing kaki Gunung Pangrango.

Air terjun utamanya Curug Cibeureum, dan dua air terjun lain yaitu Curug Cidendeng dan Curug Cikundul. Curug Cibeureum adalah air terjun terbesar dan paling pendek di kawasan ini, letaknya yang lebih terbuka dan dekat shelter membuatnya lebih banyak dikerumuni pengunjung.

Di sebelah kanan Curug Cibeureum adalah Curug Cidendeng, ukurannya lebih tinggi dan langsing. Airnya melintasi tebing batu-batu trap dan jatuh menimpa lereng tebing yang berlumut. Sedangkan yang paling kanan adalah Curug Cikundul, letaknya yang sangat tinggi dan agak tersembunyi di balik ceruk tebing.

Rasanya perjalanan yang cukup melelahkan terbayar dengan pemandangan curug curug cantik ini.Salam Traveller #rentalmobilnabil