Pulau Ketawai, Satu Lagi yang Cantik di Bangka

Pulau Ketawai, Satu Lagi yang Cantik di Bangka

Pulau Ketawai, Satu Lagi yang Cantik di Bangka


Pesona Pulau Bangka seakan tidak ada habisnya. Jika Anda ingin mencari pulau indah di Bangka, mungkin Pulau Ketawai dapat menjadi rekomendasi. Selain indah, pulau cantik tersebut juga belum populer di kalangan wisatawan.

Saat dapat ajakan untuk berlibur kali ini, saya sama sekali tidak berpikir tiga kali buat ikut, walau tujuannya masih belum jelas ke mana. Hari H diminta untuk kumpul pukul 08.00 pagi, tapi ternyata hampir pukul 09.00 pun orang-orang masih banyak yang belum datang.

Setelah hampir semua kumpul, kami pun berangkat. Dua buah mobil avanza berisi masing-masing 9 orang di dalam. Lucu memang jadinya. Setelah mengambil nasi bungkus untuk makan siang, mobil melaju dari Pangkal Pinang menuju arah Kurau, Bangka Tengah.

Perjalanan dari Pangkal Pinang menuju ke Kurau ini kurang lebih 30 menit. Nah, ternyata di Kurau ini kami hanya transit, kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan perahu lagi untuk menuju Pulau Ketawai.

Ombak yang bersahabat saat perjalanan pergi awalnya membuat perjalanan terasa menyenangkan. Ya, memang menyenangkan. Sampai lebih dari 30 menit kemudian, barulah mulai bertanya-tanya berapa lama lagi akan tiba di sana.

Beberapa orang ada yang tertidur, beberapa lainnya sibuk foto-foto, sedang sisanya sengaja berjemur di atap kapal. Kemudian akhirnya terlihat tulisan Ketawai!

Secara administratif, Pulau Ketawai ini masuk ke daerah Kurau, Bangka Tengah. Saat pertama kali melihat pulau ini, cuma kata wow yang saya pikirkan. Begitu turun dari perahu, kami berjalan di atas jembatan, di mana air lautnya terlihat begitu jernih.

Rasanya, siapa pun yang melihat ingin berenang. Ah indah sekali pokoknya. Dari atas jembatan juga, bahkan kami bisa melihat ikan-ikan kecil yang berenang ke  sana kemari saking jernihnya perairan sekitar.

Sayangnya di pulau ini belum banyak tersedia fasilitas publik seperti toilet umum yang memadai, apalagi rumah makan. Ada toilet umum, tapi terbuat dari kayu-kayu dan ditutup papan saja. Agak riskan sih bagi perempuan untuk mandi di sana menurut saya.

Setelah beberapa teman selesai berganti pakaian, kami pergi ke tempat snorkeling yang lokasinya tidak jauh dari pulau ini. Begitu tiba di lokasi, satu per satu turun menggunakan pelampung dan fin snorkeling untuk menikmati pemandangan bawah laut Ketawai.

Namun sayangnya beberapa kali saya lihat ada bulu babi, jadi agak sedikit was-was juga, meningat jarak permukaan air dengan karang tidak terlalu jauh. Puas berenang dan menikmati perairan Ketawai, akhirnya kami kembali ke Pulau Ketawai untuk beristirahat dan makan.

Beberapa ada yang lanjut berenang di pinggiran, beberapa ada yang memilih untuk bersantai sekedar berbincang-bincang, sedang sisanya berhamburan entah kemana. Saya sebagai salah satu dari banyak sisanya memilih untuk mengitari pulau ini dengan dua orang teman lainnya, Kun dan Antasena.

Mengitari pulau ini ternyata kurang dari satu jam saja, karena memang pulaunya tidak terlalu besar. Kalau orang bilang sambil menyelam minum air, kalau kami saat itu sambil mengobrol jangan lupa foto. Pokoknya sih, puas sekali mata dimanjakan dengan pemandangan indah dan jernihnya perairan Ketawai ini.

Sekitar pukul 16.00 sore, sebelum pulang ke dermaga ternyata kami masih kembali ke tempat snorkeling. Hanya teman-teman cowok yang melanjutkan berenang, sisanya hanya diam di perahu dan lagi berfoto ria sampai akhirnya perahu membawa kami untuk menuju dermaga.

Perjalanan pulang tidak selancar perjalanan pergi. Ombak sore itu benar-benar mengerikan. Beberapa kali ombak masuk ke dalam perahu. Saya pun yang tadinya duduk di bagian belakaang perahu, akhirnya memilih untuk ke tengah dan berpegangan ke tiang saking takutnya.

Entahlah, hal itu yang saya dan teman pikirkan saat itu. Bbagaimana kalau perahu ini sampai tenggelam? Hih, serem. Untunglah kami sampai di dermaga dengan selamat, walaupun sejujurnya sepanjang waktu di perahu tak putus rasanya berdoa. Selamat berlibur!