Akhir Pekan yang Segar di Danau Lido

Akhir Pekan yang Segar di Danau Lido


Akhir pekan adalah saatnya menyegarkan diri dari keruwetan kota. Sukabumi punya Danau Lido yang memiliki pemandangan danau yang hijau, air menghampar, angin semilir dan awan berarak putih di atas kanvas langit kebiruan.

Danau Lido terletak di tepi jalan raya yang ramai antara dua kota Kabupaten Bogor dan Sukabumi, lebih tepatnya sekitar 11 kilometer dari Ciawi ujung tol Jagorawi ke arah Sukabumi. Dari Bogor bisa ditempuh dengan menggunakan angkutan kota dengan trayek Sukasari-Cicurug.

Kita bisa juga dengan menggunakan kereta api tujuan Bogor-Sukabumi dari Stasiun Bogor kemudian turun di Stasiun Cigombong. Dari stasiun ini bisa berjalan kaki sekitar sepuluh menit atau naik angkot yang ke arah Bogor.

Letaknya yang di tepi jalan raya mudah disinggahi bagi siapa saja yang bepergian melewati jalan raya Bogor-Sukabumi. Di pinggir jalan tampak berdiri rumah-rumah makan dan keramba ikan warga mengapung di atas danau.

Bagi pelancong yang menginginkan berkeliling danau, dapat dengan mudah menyewa rakit bermotor yang tersedia di sini. Rakitnya lumayan bagus dan terawat dilengkapi motor pendorong yang lumayan modern, sayangnya untuk berkeliling danau dengan rakit canggih itu harus merogoh kocek sekitar dua ratus ribu rupiah katanya.

Secara umum Danau Lido masih memiliki pemandangan danau yang cukup untuk beralih dari keruwetan kota atau kemacetan jalan raya. Pemandangannya hijau, air menghampar, angin semilir dan awan berarak putih di atas kanvas langit kebiruan melengkapi cerahnya pancaran sinar matahari, mengingatkan saya untuk mensyukuri keindahan alam ini karena kesegaran jiwa yang baru saja dinikmati.

Bagi pencari jajanan hemat di sekitar danau tidak perlu susah, ada warung menjual makanan. Bahkan bagi yang berkocek tebal bisa mampir ke restoran besar di sekitar.

Ada yang sedikit berbeda, dari Danau Lido ke arah Stasiun Cigombong, tepat di seberang masjid yang berdiri megah tampak sebuah warung kecil dengan spanduk kuning cukup mencolok bertuliskan Bakmi Lido. Tempat kuliner ini cukup hemat karena dengan merogoh enam ribu rupiah untuk seporsi bakmi dan segelas teh gratis.

Si penjual seorang anak muda yang bersahabat rupanya cukup peduli dengan kesehatan pembeli, terbukti bahan-bahan yang digunakan adalah produk berkualitas keluaran terkenal dan warungnya cukup bersih. Lumayan menarik juga karena sepanjang perjalanan angkot dari Bogor ke danau Lido sepertinya nama bakmi kurang populer, hanya warung ini yang memajang nama Bakmi Lido, seolah-olah sebuah pohon kelapa berdiri tegak di pematang sawah, sendiri di tengah hamparan padi.