Green Canyon? Bukan, Ini Aliran Air Terjun di Bogor

Green Canyon? Bukan, Ini Aliran Air Terjun di Bogor


Meski tak jauh dari Jakarta, Bogor selalu punya tempat untuk destinasi akhir pekan. Salah satu yang belum dijamah banyak turis adalah Leuwi Lieuk dan Leuwi Cepet, yang pemandangannya mirip Green Canyon di Pangandaran. Tidak percaya?

'Leuwi' dalam bahasa Sunda artinya lubuk atau bagian terdalam dari sungai. Nah, di Bogor banyak sekali lubuk indah yang keberadaannya cukup tersembunyi dan masih jarang dikunjungi.

Salah satu lubuk indah yang tersembunyi ialah Leuwi Cepet dan Liyet. Sebenarnya lokasi lubukini masih berada dalam satu kawasan dengan objek wisata Leuwi Hejo yang kini sudah mulai terkenal, yakni di Kampung Wangun Cileungsi, Desa Karang Tengah, Kecamatan Madang, Kabupaten Bogor.

Cerita dimulai dari Taman Topi di sebelah Stasiun Bogor, tempat yang sudah ditentukan sebagai meeeting point. Dari sini kami melanjutkan perjalanan menuju ke lokasi dengan menggunakan angkot yang sudah kami sewa dengan ongkos Rp 500 ribu (PP). Dari Taman Topi angkot melaju masuk ke jalan tol kemudian keluar di Sentul Selatan, melewati depan Jungle Land.

Setelah melewati Jungle Land perjalanan mulai terasa karena jalan yang dihadapi berupa tanjakan dan berliku. Membuat kami harus turun dari angkot, karena angkot tidak kuat melewati tanjakan. Apalagi setelah melewati jembatan, sepanjang 4 km terbentang jalan tanjakan dan turunan yang rusak parah. Berkali-kali kami harus naik dan turun dari angkot.

Namun usai 2 jam perjalanan, akhirnya kami tiba di tempat parkir lokasi wisata. Kami beristirahat selama 30 menit, dan menyiapkan berbagai hal sebelum trekking ke Leuwi Lieuk dan Leuwi Cepet. Kami harus membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 pero rang.

Kami pun berjalan santai menyusuri jalur setapak. Kanan-kirinya merupakan perkebunan milik warga yang didominasi pepohonan kopi, pandan dan pisang. Saat akan memasuki jalur menuju ke Leuwi Lieuk/Cepet kami dihentikan oleh petugas yang berjaga. Memang, lokasi lubuk tersembunyi ini belum dibuka untuk umum dan wisatawan dilarang untuk menuju ke lokasi tanpa didampingi petugas. Namun setelah berdiskusi dan kembali membayar retribusi lagi sebesar Rp 5.000 per orang, rombongan kami diperkenankan masuk.

Akhirnya, setelah 1 jam berjalan santai, kami sampai di lokasi lubuk indah yang pertama yaitu Leuwi Cepet. Sebelum bermain air kami makan siang dulu di tepi sungai karena memang saat itu sudah waktunya. Setelah makan satu per satu dari kami mulai menceburkan diri ke dalam air, sangat dingin namun menyegarkan.

Air di permukaan Leuwi Cepet terlihat sangat tenang bahkan seperti tidak mengalir. Namun di sini kita harus waspada, karena bagian tengah dari lubuk ini cukup dalam sehingga bagi yang tidak bisa berenang sebaiknya bermain di pinggirnya saja.

Leuwi Cepet terlihat sangat unik karena dibagian sisi kanan dan kirinya terdapat tebing yang tidak terlalu tinggi, tebing tersebut dipenuhi oleh pepohonan yang daun hijaunya lebat sehingga kami menjulukinya Green Canyon mini ala Bogor.

Puas bermain di Leuwi Cepet kami melanjutkan ke lubuk indah lainnya yaitu Leuwi Lieuk. Untuk mencapai ke sana kami harus berenang melewati Leuwi Cepet kemudian trekking di tepian sungai sekitar 5 menit. Lokasinya cukup unik karena dikelilingi tebing. Air di permukaan lubuk ini berwarna hijau toska pertanda bahwa lubuk ini cukup dalam. Satu per satu dari kami memberanikan diri naik ke atas batu kemudian meloncat ke dalam lubuk. Sungguh mengasyikkan.

Karena hari sudah sore kami kembali menuju parkiran, mengganti baju yang sudah basah karena main air kemudian melanjutkan perjalanan untuk kembali pulang ke rumah masing-masing. Sungguh perjalanan yang mengesankan.