Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor

Pura Parahyangan Agung Jagatkartta Bogor


Pura Parahyangan Agung Jagatkartta konon merupakan candi Hindu terbesar di luar Pulau Bali, setelah Pura Besakih. Meskipun saya pernah melewati jalan ke tempat itu sekitar pertengahan tahun lalu, namun mengetahui keberadaan pura ini baru beberapa minggu lalu dari seorang teman dekat, dan mengunjungi tempat yang indah itu minggu lalu.

Lokasi Pura Parahyangan Agung Jagatkartta terletak di perbukitan Kampung Warungloa RT 03/09, Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, di lereng Gunung Salak, sekitar 13km dari pusat Kota Bogor, dengan melewati jalan di depan Pabrik Gong Pancasan dan lalu lanjut ke Jalan Raya Ciapus yang menuju arah ke wisata Curug Nangka.

Setelah berkendara sekitar 10 kilometer dari depan Pabrik Gong Pancasan, masih berada di Jalan Raya Ciapus, terlihat papan nama Pura Parahyangan Agung Jagatkartta di sebelah kiri jalan. Setelah memastikan arah, saya pun berbelok ke kiri di pertigaan itu, dan terus berkendara sejauh sekitar 1,4 km melewati jalan berbatu yang kurang mulus.

Di sekitar pertengahan jalan berbatu menuju Pura Parahyangan Agung Jagatkartta itu saya sempat berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan ke arah perbukitan di lereng Gunung Salak. Di perbukitan yang terlihat cantik itu ada sebuah rumah yang berdiri sendirian di tempat yang agak tinggi, dikelilingi oleh rimbun pepohonan yang hijau.

Pemandangan cantik pada rumah di lereng perbukitan Gunung Salak itu, yang membuat siapa pun akan terkesan ketika melihatnya dan ingin mampir ke sana. Jalan masuk ke Pura Parahyangan Agung Jagatkartta dari tepian jalan berbatu itu meskipun lebar namun menanjak tajam, sehingga kendaraan harus diparkir begitu saja di tepi jalan.

Selanjutnya saya berjalan kaki mendaki tanjakan saat seorang wanita tengah bekerja membersihkan jalan. Di ujung tanjakan saya ke kiri dan di sana ada bale dimana penjaga pura tengah berbincang dengan seorang tamu. Setelah tamu pergi, penjaga pura mengantarkan saya masuk area Pura Parahyangan Agung Jagatkartta yang lebih dalam.

pura parahyangan agung jagatkartta bogor
Tiga pintu gerbang pada tingkat ketiga di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta yang bernama Kori Agung, memisahkan bagian tengah dengan bagian utama. Dua arca naga dengan ukiran yang sangat indah menjagai pintu utama Kori Agung di bagian dalam Pura Parahyangan Agung Jagatkartta. Di bagian ini terdapat Patung Ganesha yang indah.

Sepanjang pendeknya ingatan, saya tidak melihat struktur pintu gerbang Candi Bentar yang memisahkan bagian luar (Nista Mandala atau Jaba Sisi) dengan bagian tengah pura. Lantaran penjaga keberatan jika saya menaiki undakan Kori Agung untuk memotret Madya Mandala, saya pun berkata biarlah saya melakukan meditasi dulu di sana.

Tak punya alasan lagi untu menolak, penjaga itu pun mengikuti saya menaiki undakan Kori Agung. Ia lalu berdiri menunggu di pintu gapura Kori Agung sementara saya duduk bersila sambil mengosongkan pikiran di tengah lapangan rumput luas Jaba Tengah, selama sekitar 10 menit. Suasana hening diisi oleh suara desir angin dan kicau burung.

pura parahyangan agung jagatkartta bogor
Panorama Madya Mandala atau Jaba Tengah di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta, dengan latar belakang perbukitan di lereng Gunung Salak. Meskipun matahari bersinar terang, namun hawa dingin pegunungan membuat saya tidak merasakan panas. Setelah beberapa saat mencoba duduk bersemedi, barulah saya memotret bagian tengah pura.

Di ujung Jaba Tengah terdapat undakan yang juga ditutup pagar bambu untuk menuju ke Utama Mandala, bagian paling sakral di Pura Parahyangan Agung Jagatkartta. Penjaga mengatakan bahwa kadang ia melihat ular putih di area Utama Mandala itu. Tak tahulah apakah ia berkata jujur, atau hanya untuk menghilangkan minat saya masuk ke sana.

Pintu gerbang bagian tengah dibuka hanya ketika Pura Parahyangan Agung Jagatkartta engah menyelenggarakan acara besar tahunan seperti Galungan, Piodalan (bahasa Bali untuk acara ulang tahun), atau ketika para Sulinggih (pendeta) dari pura lain datang berkunjung untuk mengambil air suci dalam rangkaian Piodalan di Pura mereka.

Rangkaian acara Ngenteg Linggih (upacara peresmian) Pura Parahyangan Agung Jagatkartta dimulai pada 19 Agustus 2005. Sedangkan puncak acaranya pada saat Purnama Ketiga. Cikal bakal Pura ini sudah didirikan pada 1995, di lokasi yang konon merupakan tempat suci, dimana terletak petilasan Siliwangi, raja terbesar Kerajaan Padjajaran.