Yang Seru di Akhir Pekan, Body Rafting di Curug Naga Bogor

Yang Seru di Akhir Pekan, Body Rafting di Curug Naga Bogor


Akhir pekan tiba, saatnya liburan untuk melepas penat setelah bekerja. Ingin mencoba agenda yang berbeda? Cobalah main ke Curug Naga, di kawasan Megamendung, Bogor, untuk mencoba sensasi Body rafting. Dijamin seru dan memacu adrenalin!

Siang-siang bete di kantor, dapat chattingan dari teman ngajakin body rafting, membayangkan main air Saya langsung semangat 45. Chattingan teman itu mengajak main air ke curug Naga, udah sering main ke Bogor, tapi curug Naga itu masih asing terdengar di telinga. Sebelum mengiyakan ajakan teman itu, Saya coba browsing dulu curug naga itu dimana dan bagaimana suasananya, setelah browsing internet kesana-kemari, akhirnya Saya memutuskan untuk ikut.

Janjian naik KRL menuju bogor, pagi-pagi sudah bangun biar dapet kereta pagi dan tidak terjebak macet di jalan menuju puncak karena metting pointnya di Ciawi, otomatis harus ikut macet-macetan bareng orang-orang Jakarta yang mau melepas penat di kawasan Puncak.

Sampe di stasiun Bogor dengan selamat, kemudian Kami carter angkot sampai Ciawi, sopir angkotnya keren, karena kita bilangnya mau ke Ciawi dan janjian jam 9.00 WIB sedangkan jam saat itu menunjukan 8.00 WIB. Sopir yang cekatan itu membawa kami melewati jalan-jalan tikus yang sulit untuk dijelaskan dan akhirnya karena kelincahan sang sopir kami sampai tepat waktu, sekalipun tidak diturunkan di tempat yang sudah disepakati karena 500m sebelum metting point bener-bener macet tidak bisa jalan sama sekali.

Setelah semua peserta terkumpul, akhirnya mobil berangkat menuju Curug Naga yang terletak di daerah Mega Mendung, Bogor (itu saya baca dari tulisan alamat yang dilewati), melewati arus lalin menuju puncak yang lagi padat kemudian mobil berbelok ke kiri, jalan menuju curug Naga terbilang sempit. Kalau bertemu 2 mobil, yang satu harus mengalah agar bisa lewat, yang pasti yang mengalah itu yang ada di posisi paling dekat tebing, karena samping sebelahnya lagi jurang yang dalam.

Setelah melewati jalan yang menanjak dan berbelok dahsyat pokoknya perjalanan menuju curug Naga. Sesampainya di sana, gorengan dan teh hangat sudah menunggu. Sarapan, ganti baju, dan siap-siap untuk body rafting. Sebelum melanjutkan kegiatan di awali dulu oleh briefing dari bapak yang baik, kita disuruh stretching dulu. Katanya sih biar kita tidak keseleo.

Di awal perjalanan menuju curug Naga masih mulus dan menyenangkan karena jalannya datar. Saat memasuki curug Priuk, jalanan mulai menantang. Kami harus menuruni jurang dengan kemiringan hampir 90 derajat, harus hari-hati karena benar-benar harus jeli mencari pijakan kaki. Apalagi jika habis hujan jalanan semakin licin dan berbahaya.

Pegangan saja ke akar pohon ataupun dahan pohon atau apa saja yang kuat untuk pegangan. Sesampainya di bawah, air yang segar dan cenderung dingin menanti, petualangan dimulai. Dari curug priuk kami menyusuri aliran sungai yang berarus deras, menguji adrenalin setiap peserta.

Kalau mau main perosotan alami di sinilah tempatnya. Setelah melewati perosotan alami, kita dihadapkan dengan jalan buntu karena di depan curug Barong menunggu dengan ketinggian sekitar 6-7m, dari sini adrenalin semakin diuji. Jalan satu-satunya untuk melanjutkan perjalanan adalah melompat. Satu persatu peserta melompat.

Walaupun ada beberapa yang takut tapi akhirnya semua melompat dengan selamat. Untuk melanjutkan perjalanan setelah melompat kita harus tracking melewati bukit, agak membahagiakan bagi yang kedinginan karena bisa keluar dari air. Tracking yang lumayan membuat otot kaki keram bagi yang jarang olah raga.

Kita harus melompat lagi. Sekali lagi, melompat adalah jalan satu-satunya untuk turun. Kali ini acara melompatnya lebih mulus dibanding lompatan pertama mungkin karena lompatan yang satu ini lebih pendek jaraknya.

Dua kali melompat, tracking yang melelahkan tapi menyenangkan tantangan belum selesai karena curug Naga belum terlihat. Untuk ke curug Naga, curug yang tersembunyi itu, kita harus melawan arus sungai yang deras, melewati batu yang besar dan licin. Kekuatan kaki dan ketepatan memijakan kaki sangat dibutuhkan disini, kalau tidak bisa berbahaya untuk keselamatan kita.

Mendengarkan instruksi dari para guide dan memanfaatkan pegangan yang sudah disediakan sangatlah berguna untuk keamanan. Dan akhirnya setelah perjuangan yang panjang sampailah di curug Naga yang menjadi tujuan utama kami ke sini. Curug yang mempunyai curahan air yang sangat deras.

Sayangnya kami tidak bisa benar-benar sampai di bawah curahan air curug Naga karena medan yang harus dilewati sangat berbahaya. Kami hanya bisa memandangi curug Naga dari jarak 50 meter saja. Dari jarak ini saja, percikan airnya begitu terasa.

Ada hal satu hal yang membuat perjalanan ini begitu terkesan karena di tempat kami menatap curug Naga, ada seekor ular yang menemani, sehingga tidak seorangpun yang berani melihat curug Naga lebih dekat lagi.

Perjalanan yang singkat tapi menyenangkan sekaligus menantang. Salam traveling!