Review Range Rover Evoque

Review Range Rover Evoque



Jelas sekali, Range Rover ingin menciptakan mobil yang sama menariknya dengan model Rangie lainnya, desain dan kualitas interior yang sangat baik, dan harga yang lebih terjangkau. Memang langkah pertamanya tak semulus yang diharapkan (lihat boks Sejarah).

Namun, kehadiran Evoque 5-pintu atau 3-pintu (unit yang kami uji tampil cocok dengan emblem coupe-nya), adalah SUV premium yang siap merangsek pasar 4x4 kompak.

Tenaga Evoque disuplai oleh mesin 4-silinder turbocharged, dan varian terendahnya ditawarkan dengan harga di bawah USD 50 ribu. Sementara itu versi terbaiknya dijual mendekati USD 70 ribu. Model diesel yang kami coba dibanderol USD 65.328 belum dilengkapi opsional tambahan.

Dengan harga tersebut anda sudah bisa mendapatkan sebuah coupe prestigius bermesin 2,2 liter turbodiesel bertenaga 183 hp yang ditemani transmisi otomatis dan penggerak empat roda.

Opsional yang ditawarkan adalah, penggerak roda depan, transmisi manual, mesin bensin, satu trim lebih murah dan satu varian yang lebih mahal dari unit yang kami uji, beberapa fitur serta piranti tambahan lainnya yang dapat mengkatrol harga Evoque hingga USD 80 ribu. Dan tujuan kami kali ini adalah untuk mengetahui apakah mobil ini pantas dihargai semahal itu
Biasanya kami tak pernah membahas terlalu banyak soal desain mobil pada pengujian kami,tetapi Evoque kami berikan pengecualian. Selain supercar, hanya Citroen DS3 dan beberapa hatchback klasik lainnya yang sangat menekankan desain mereka sebagai daya tarik utamanya. LRX concept pada awalnya hanyalah sebuah acuan desain, namun kini Evoque bisa dibilang sebagai jelmaan atau bentuk nyata dari mobil konsep LRX tersebut.

Land Rover memang tidak pernah memajang gambar kedua mobil ini berdampingan karena takut versi produksinya terlihat tak segagah konsepnya bila diperbandingkan. Namun sebetulnya mereka tak perlu khawatir. Terbukti, di mata kami – dan beberapa orang lain yang menjumpai mobil ini selama kami uji – Evoque adalah wujud sukses bagaimana sebuah mobil 4x4 kontemporer dibuat secara relevan, penuh pendekatan dan mempesona.

Dibalik topengnya yang revolusioner, Evoque sebenarnya lebih merupakan sebuah penyempurnaan. Karena Evoque dibangun di atas platform yang sama dengan produk Merseyside lainnya, Freelander. Arsitektur keduanya sangat berkaitan erat. Betul rekayasa Evoque memang spesial, namun jika Freelander tidak memelarkan panjangnya sebanyak 30 inchi, maka Evoque tak akan terwujud.

Sama seperti Freelander, Evoque memakai suspensi MacPherson strut di depan dan varian multi-link (sebuah strut standar yang diimbuhi piranti kestabilan lateral dan longitudinal) di belakang. Evoque lebih ringan sekitar 100 kg dari Freelander lantaran Evoque jauh lebih pendek (dengan panjang 4.355 mm Evoque bahkan lebih pendek dari VW Golf), dan menggunakan material alumunium pada panel bodi, suspensi serta material plastik di beberapa bagian bodi.

Hal ini berimbas pada meningkatnya efisiensi BBM. Dipasangnya sistem power steering elektrik pada subframe depan dan bukan di chassis justru menambah intuisi berkendara.

Efisiensi tersebut berimbas pada tingkat emisi CO2 serendah 169 g/km untuk unit yang kami uji meskipun berpenggerak empat roda dan menggunakan gardan belakang Haldex. Mesin 2,2 liter bertenaga 183 hp 4WD sama dengan yang dipakai pada Freelander, dan beberapa model Ford, Peugeot, dan Citroen. Dengan catatan ini diprediksi Evoque dapat menembus level emisi serendah 129 g/km.

Sementara itu opsional mesin bensin 2,0 liter turbo bertenaga 232 hp berpenggerak empat roda yang dipadukan dengan girboks otomatis juga tersedia.
Evoque menghadirkan dinamisme dan kemewahan bagi sebuah Range Rover di dalamnya. Tombol-tombol di dashboard lebih meriah sedangkan konsol tengah – dalam sejarahnya setiap konsol tengah produk Land Rover didesain tegak – didesain melandai tersambung dengan kolom transmisi.

Di konsol tengah terbaring rotary gearlever dial yang terlebih dahulu diperkenalkan oleh Jaguar namun segera menjadi fitur standar semua mobil Jaguar Land Rover bertransmisi otomatis. Di sekelilingnya terdapat switchgear yang lebih kecil yang didesain lebih rapih dibandingkan barisan produk Range Rover lainnya.

Kabin Land Rover telah melalui serangkaian penelitian yang penuh perhitungan. Hebatnya Evoque berhasil menghindari kesan kampungan dan menyulap kabinnya jadi lebih berkelas tanpa harus dipenuhi banyak ornamen hiasan (terkecuali bagian yang banyak tombolnya).

Kualitas yang ditampilkan jelas patut dipuji. Anda tidak akan menemukan material plastik, kulit, maupun tekstur sebaik Evoque dikisaran harganya dan hal ini menjadi catatan tersendiri. Meskipun model yang kami uji mendapat tambahan opsional seharga USD 10 ribu (belum termasuk panoramic roof), namun semua itu tak dapat menandingi kualitas material yang anda lihat pada foto di samping.

Trim Prestige dilengkapi jok kulit yang bentuknya lebih indah untuk dipandang ketimbang diduduki karena beberapa penguji kami merasa bantalanya terlalu tipis. Namun hal ini terbayar oleh tercapainya posisi berkendara yang sesuai –posisi berkendara tinggi yang sangat dibanggakan oleh Land Rover, namun cukup rendah bagi mereka yang terbiasa dengan model Land Rover lainnya (meskipun ruang kaki baris belakang harus ditambah lantaran dimensinya yang pendek). Lingkar kemudi dapat diatur secara fleksibel agar mendapatkan posisi mengemudi yang nyaman meski beberapa penguji kami perlu waktu lebih untuk menemukan posisi mengemudi yang ideal.

Kabin bagian belakang cukup berkompromi untuk orang dewasa, bahkan untuk versi tiga pintunya sekalipun, headroom yang diberikan sangat memuaskan. Dengan permukaan lantai yang tinggi, atap yang rendah, dan buritan yang pendek dan gemuk, anda mungkin mengira kapasitas angkut bagasinya kecil. Jangan salah, Evoque mampu mengakomodasi 550 liter barang bawaan. Tapi konsekuensinya, SUV ini tak dilengkapi ban cadangan. Bila kursi baris kedua dilipat, 1.350 liter volume bisa dimuat. Hasilnya, dengan cerdik, Land Rover dapat mengangkut sebuah tas golf tanpa harus mengeluarkan club terpanjangnya sekalipun.
Tekan tombol starter maka mesin 2,2 liter akan hidup dan anda mungkin akan terkejut mendengar heningnya suara mesin saat idle.

Jelas terasa, penyempurnaan yang dilakukan pada depot tenaganya sudah menyamai Jaguar XF, dan bahkan sama dengan mobil-mobil lainnya yang memakai mesin ini.

Evoque dilengkapi Terrain Response System. Sistem ini tak hanya mengatur hardware dan software untuk bereaksi pada berbagai permukaan jalan, namun juga mengatur harus seberapa dalam anda menginjak pedal gas. Saat berkendara tanpa program, kemudian mengaktifkan mode dynamic – keduannya memang ditujukan untuk pengendaraan normal – respon yang dihasilkan mulus dan lembut. Agak sedikit lamban saat berkaselerasi dari posisi diam, transmisi otomatis enam percepatan yang terasa halus berpindah lebih lambat untuk memberi kesan positif di setiap pergantian giginya.

Dengan perpindahan gigi yang mulus dan cerdas tersebut, dalam mode pengendaraan ‘Drive’ efisiensi bahan bakar jadi sangat berpengaruh. Pengaruh lambannya respon pedal gas saat anda membutuhkan tenaga berlebih membuat mobil menurunkan posisi gigi. Pilih mode ‘Sport’ maka keadaan akan sedikit berubah, namun, katakanlah anda harus meningkatkan kecepatan secara tiba-tiba, dorongan yang dihasilkan dirasa kurang memadai. Tak usah khawatir, tersedia shift paddle pada lingkar kemudi jika anda ingin memindahlan gigi ke posisi yang lebih rendah – sesuatu yang sering kami lakukan tanpa kami perkirakan sebelumnya.

Bobot 1.815 kg Evoque yang bertenaga 183 hp adalah keunggulannya. Di sirkuit pengujian kami, torsi sebesar 419 Nm mampu menghantarkan Evoque meraih 100 kpj dari posisi diam dalam 8,5 detik dan berakselerasi dari 50 kpj menuju 110 kpj dalam 9,5 detik. Sementara itu kecepatan maksimum menurut klaim Land Rover adalah 194 kpj. Catatan tersebut tidaklah buruk, mengingat orang tidak berharap sebuah SUV bisa berlari cepat. Kebanyakan pembeli Evoque nantinya mungkin bukanlah mereka yang pernah memiliki SUV sebelumnya. Dan mereka mungkin agak sedikit terkejut, betapa mobil seharga USD 74 ribu memiliki performa yang tak jauh berbeda dibandingkan dengan estate atau coupe yang mereka miliki sebelumnya.
Banyak hal yang kami uji pada Evoque kali ini karena semua Range Rover adalah sama saja dengan Land Rover. Artinya mobil ini harus bisa melewati medan tersulit sekalipun. Namun, tetaplah Evoque adalah sebuah mobil jalan raya Range Rover berdimensi terkecil dan sepertinya akan banyak diminati oleh kaum urban. Lagipula mobil ini memang ditujukan untuk mereka, bahkan Land Rover sendiri mengakui Evoque tidak bisa menaklukan medan sesulit yang jajaran produk Land Rover lainnya bisa taklukan. Meskipun demikian Evoque jauh lebih baik dibandingkan rivalnya.

Laris? Belum tentu. Sebuah mobil harus memenuhi kebutuhan target pasarnya dan memang Evoque bisa menguasai beberapa parameter tersebut. Hanya saja dimensinya bertambah lebar. Dan ada beberapa hal lain yang perlu diperhatikan. Model mobil yang kami uji memakai velg standar 19 Inci dan ban 255/55 R19. Ukuran bannya sangat tebal namun sayangnya belum cukup meredam lubang dan benjolan aspal jalanan perkotaan. Evoque masih jauh untuk bisa disebut sebagai sebuah mobil urban yang nyaman, namun apabila anda harus melewati rute terpencil sekalipun, Evoque bisa membuat anda bernafas lega.

Untuk mempertahankan stabilitas pengendaraan saet meluncur kencang dalam mode normal, mobil dengan ground clearance yang relatif tinggi ini bisa memakai opsional coil spring berteknologi magnetorheological damper dengan tambahan biaya USD 2.000. Alat ini dapat mengeras ataupun melunak beradaptasi terhadap gesekan roda dengan permukaan jalan. Alat yang membantu mobil dapat meningkatkan traksi di jalanan bergelombang ataupun saat meluncur dalam kecepatan tinggi inilah yang menunjukan keunggulan Evoque. Kemampuan ini mengalahkan model-model BMW X, pengendaraan keduanya seimbang, namun kemampuan off-road Evoque sedikit lebih baik. Kami pun mencoba lebih jauh damper tersebut dalam mode ‘dynamic’dan Evoque terasa begitu lebih enak di permukaan yang halus meskipun berimbas pada guncangan saat melewati jalanan yang bergelombang. Jadi pemilik Evoque ini sebaiknya tidak perlu mengaktifkan damper ini terkecuali saat sedang berada di lintasan yang mulus.

Pengendalian Evoque sesekali terasa kurang tegas. Namun secara keseluruhan sistem baru yang dibantu secara elektronis ini terasa halus, linear dan stabil setara Jaguar atau Land Rover. Evoque memiliki lock-to-lock 2,4, atau lebih cepat dibanding Range Rover lainnya dan cukup menyenangkan. Namun terkadang terasa sedikit stiction pada kecepatan tinggi, dan inkonsistensi berat setir saat ingin melakukan manuver. Tetapi tetaplah sistem ini salah satu yang terbaik di kelasnya, meski tak sesempurna saudaranya, JLR.